-
Pemeriksaan Kesehatan Gigi
-
Rujukan Pasien
-
Pengobatan Gigi
Kamis, 14 Juli 2022
Kamis, 14 Juli 2022
Rabu, 13 Juli 2022
PELAYANAN KESEHATAN UMUM
UPTD PUSKESMAS KAJEN II
Selasa, 12 Juli 2022
Selasa, 12 Juli 2022
PELAYANAN LABORATORIUM UPTD PUSKESMAS KAJEN II
Selasa, 12 Juli 2022
7 Hal untuk Jaga Kesehatan Mata bagi Para Pemakai Softlens
Sebagian orang memilih untuk mengganti kacamata mereka dengan lensa kontak atau softlens demi alasan kepraktisan atau pun gaya. Nah, meskipun softlens merupakan alternatif yang baik untuk menggantikan kacamata, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh penggunanya agar mata (dan penglihatan) tetap sehat. Seorang ahli optometri di The Eye Center di Pembroke Pines, Florida, Dr Gabriela Olivares memberikan penjelasan seputar perawatan softlens. Selain itu, dia pun membagikan beberapa hal yang perlu dilakukan agar kesehatan mata tetap terjaga.
1. Sering-seringlah mencuci tangan
Selain untuk menghindari infeksi Covid-19 yang sedang menjangkiti dunia, mencuci tangan juga merupakan rutinitas yang sangat penting, terutama sesaat sebelum memegang softlens. "Ini akan membantu menjaga softlens bebas dari partikel yang tidak diinginkan seperti minyak kulit, debu, dan bakteri berbahaya," kata Dr Olivares. "Disarankan agar kita mencuci tangan dengan hati-hati dan menyeluruh dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik." "Setelah itu keringkan tangan dengan handuk kertas yang tidak digunakan setiap kali kita memasukkan dan melepas softlens," jelas dia.
2. Gunakan larutan segar setiap hari
Menurut Dr Olivares, kita tidak boleh menggunakan kembali larutan softlens yang sudah digunakan. Jadi, gunakanlah larutan segar setiap malam. "Dan meskipun mungkin tergoda untuk mencuci mata dengan larutan itu, ketahuilah bahwa penggunaan utamanya hanya untuk membersihkan softlens dan tidak boleh digunakan pada mata," terangnya. "Di samping itu, buang softlens sekali pakai setiap malam atau secara teratur mendisinfeksi softlens setiap bulan sesuai dengan instruksi dari dokter mata," saran dia.
Kondisi kesehatan mental seseorang bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Diungkapkan oleh Dr. Sarah Gupta, psikiater dan penulis medis di GoodRx yang berbasis di San Francisco. Setidaknya ada lima penyebab yang membuat kita mengalami sejumlah gangguan mental. Di antaranya mencakup kualitas pertemanan hingga postur tubuh saat kita melakukan aktivitas. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Kualitas pertemanan
Pertemanan yang supportif tentu dapat berdampak positif pada kesehatan mental. "Ini bukan tentang kebanggaan punya banyak teman atau memiliki komunitas yang sering berinteraksi," katanya. Satu hal yang perlu dicatat dalam dunia pertemanan bukan soal kuantitasnya, tapi kualitas pertemanan itu sendiri. Dr. Gupta mengungkapkan bahwa rahasia yang membuat kita lebih bahagia dalam menjalani hidup adalah dikelilingi oleh orang-orang yang membuat kita menjadi diri sendiri. Coba amati seberapa banyak teman yang kita miliki atau menghabiskan waktu bersama. Jika itu tidak bisa membuat kita merasa puas dan berdaya ketika bersama mereka, tak ada salahnya jika kita membuka koneksi pertemanan baru yang sesuai minat kita. Atau mengikuti kelas tertentu yang kita sukai, bergabung dengan grup atau komunitas sesuai minat hingga menjadi sukarelawan dapat membantu menjaga kesehatan mental kita.
2. Jarang tertawa
Menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton acara favorit atau melakukan aktivitas yang bisa membuat kita tertawa, itu dapat membantu memperbaiki suasana hati. "Tersenyum dan tertawa dapat mengirimkan pesan ke otak dan mengatakan semuanya baik-baik saja," kata Dr. Gupta. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa tertawa bisa membuat kita berada dalam keadaan rileks dan mencegah kecemasan, depresi hingga stres. Dokter Gupta menyarankan ketika kita memiliki masalah tertentu, usahakan untuk tertawa sekali dalam sehari. Misalnya berkumpul dengan teman-teman yang lucu, atau telusuri internet untuk melihat meme yang bikin kita senang. Setidaknya cara ini dapat meringankan beban pikiran akibat masalah atau tekanan yang kita hadapi.
Rabu, 29 Juni 2022
3. Istirahatkan mata di malam hari
Kecuali jika kita memakai softlens yang dirancang khusus untuk dipakai semalaman, Dr Olivares mengatakan kita harus mengeluarkan softlens dan merendamnya di malam hari. Langkah ini dilakukan agar softlens benar-benar dibersihkan dan didesinfeksi. Baca juga: Akui Dulu Tomboi, Amanda Manopo: Dulu Dipasangi Softlens, Lepasnya Enggak Bisa "Rutinitas pagi untuk penggunanya harus mencakup larutan bilas sebelum memasangnya kembali," ungkap dia.
4. Tidak menyentuh softlens dengan kuku
Dokter Olivares juga menegaskan agar kita hanya menyentuh softlens dengan ujung jari. Sebab, kuku kita dapat dengan mudah mengoyak bahan lensa yang halus. Dan bila kuku kotor, itu juga bisa menodai softlens dengan bakteri.
5. Hindari asap dan produk kecantikan
Paling tidak, kita harus memilih untuk menggunakan kacamata jika berada di sekitar asap berbahaya atau beracun. "Misalnya, kenakan kacamata saat mewarnai rambut atau membersihkan oven," kata Dr Olivares. Baca juga: Bahaya Pakai Softlens Saat Tidur, Infeksi Mata hingga Kebutaan "Selain itu, jauhkan kontak dari sabun, losion, kosmetik, parfum, dan produk sejenis lainnya," sambung dia.
6. Memeriksa obat-obatan
Biasanya, obat-obatan tidak akan mengganggu kemampuan kita untuk memakai softlens. Namun, beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan beberapa gejala yang kurang menyenangkan saat kita memakai softlens. "Obat-obatan itu, misalnya, kontrasepsi, antihistamin, dan beberapa obat hipertensi yang dapat menyebabkan mata kering, iritasi mata, penglihatan kabur, hingga intoleransi terhadap softlens," kata Dr Olivares. "Untuk pasien ini, pelumasan mata dan pilihan softlens sekali pakai setiap hari adalah yang terbaik," tutur dia. Baca juga: Mengenal Ulkus Kornea, Infeksi Mata yang Disebabkan Bakteri pada Softlens
7. Berkonsultasi dengan dokter
Penting untuk diketahui, kita harus berkonsultasi dengan dokter mata setiap tahun untuk pemeriksaan mata guna memahami mata dan kesehatan secara keseluruhan. "Namun, jika kita merasakan ketidaknyamanan mata atau memiliki penglihatan kabur maupun masalah lain setelah memakai softlens, lepaskan dan kunjungi dokter mata yang dapat mendiagnosis masalah ini dengan baik," imbuh Dr Olivares.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Hal untuk Jaga Kesehatan Mata bagi Para Pemakai Softlens "
Jumat, 1 Juli 2022
3. Perhatikan kebutuhan cairan tubuh
ilustrasi air putih. Sahur jangan hanya minum air putih Mencukupi kebutuhan cairan tubuh terbukti dapat berdampak pada kesehatan mental. "Ketika kita kekurangan cairan atau dehidrasi, tubuh akan memberikan alarm bahwa kita berada dalam situasi mengancam," kata Dr. Gupta. Secara langsung, kondisi itu memicu tubuh memproduksi hormon stres yang disebut kortisol. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dapat membantu kita merasa lebih baik.
4. Berlibur melihat pemandangan alam
Otak manusia dapat merespons dengan baik apa yang kita lihat dan rasakan kita menikmati pemandangan alam. Seperti air dan udara yang segar, sinar matahari, pepohonan, rerumputan hingga pemandangan laut. "Manusia berevolusi untuk memilih lingkungan di mana kita bisa mendapatkan sumber alam yang kita butuhkan untuk tetap hidup," papar dokter Gupta. Menghabiskan waktu untuk sekadar menikmati pemandangan alam juga dapat menjadi sumber kebahagiaan dan mengurangi stres atau depresi yang menjadi gejala dari gangguan mental. Jika tidak punya banyak waktu untuk liburan, kita dapat memanfaatkan aktivitas berkebun hingga meletakkan tanaman hias di dalam rumah juga dapat membantu.
5. Postur tubuh saat melakukan aktivitas
Penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh dapat berpengaruh pada kesehatan mental. Misalnya saat bekerja baik di rumah atau di kantor dan posisi duduk kita cenderung membungkuk selama berjam-jam. "Banyak orang tidak menyadari bahwa postur tubuh mengirimkan informasi ke otak," imbuh dia. Menurut studi pada tahun 2017, ditemukan bahwa orang yang sering duduk membungkuk lebih sering mengalami suasana hati yang buruk daripada mereka yang duduk tegap. Beri tanda atau alarm setiap jam ketika kita melakukan aktivitas untuk sejenak meluruskan postur tubuh. Tarik napas dalam-dalam juga dapat meredakan stres ringan yang ada di otak
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesehatan Mental Bisa Dipengaruhi Pertemanan hingga Postur Tubuh"
Kamis, 30 Juni 2022