Berita terbaru dari Puskesmas Kajen II Kabupaten Pekalongan.
| No | Nama Pegawai | Jabatan |
| 1 | dr. Paramita Siti Syamsiah | Dokter Umum |
| 2 | drg. Amalia Qurrotu'aini | Dokter Gigi |
| 3 | Dewi Kartikasari, S.Kep.Ns | Perawat |
| 4 | Isa Khasani, S.Kep.Ns | Perawat |
| 5 | Seto Nur Cahyo, S.Kep.Ns | Perawat |
| 6 | SUSI OKTAVIANI, S.Kep., Ners. | Perawat |
| 7 | TERIZA NUR KHOLISAH, S.Kep. Ners | Perawat |
| 8 | NUROKHMI ERNAWATI, S.Kep., Ners | Perawat |
| 9 | Sukiswoyo, AMK | Perawat |
| 10 | IKHWANDI, AMK | Perawat |
| 11 | Eviyana, AMK | Perawat |
| 12 | PRIHATINI PUJIYANTI, A.Md.Kep. | Perawat |
| 13 | Deni Sri Mei Handayani, A.Md.Kep | Perawat |
| 14 | Slamet Riyanto, AMKG | Perawat Gigi |
| 15 | Any Sulistyaningsih, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 16 | Zamronah, S.ST., Bdn | Bidan |
| 17 | Ratna Ika Susanti, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 18 | Sri Ambarwati, S.Tr.Keb | Bidan |
| 19 | Erna Setiyowati, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 20 | Rowina Zulaikhah, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 21 | Nur Khasanah, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 22 | Sulistyowati, Amd.Keb | Bidan |
| 23 | Zaenab, Amd.Keb | Bidan |
| 24 | Imayah, Amd.Keb | Bidan |
| 25 | Rahmi Anggraini, Amd.Keb | Bidan |
| 26 | Etik Trisnawati, Amd.Keb | Bidan |
| 27 | Riski Triyana Dewi Utami, Amd.Keb | Bidan |
| 28 | Dini Indah Fajarwati, Amd.Keb | Bidan |
| 29 | Rani Yuana Aputri, Amd.Keb | Bidan |
| 30 | Wahyu Anjariyah, Amd.Keb | Bidan |
| 31 | Waitah, Amd.Keb | Bidan |
| 32 | Evita Nugrohowati, Amd.Keb | Bidan |
| 33 | Nungki Yuniyaningsih, Amd.Keb | Bidan |
| 34 | Deni Sandrawati, A.Md.Keb | Bidan |
| 35 | WULANDHARI ISTIFARI, A.Md.Keb. | Bidan |
| 36 | DEVI LUSIANA NINGRUM, A.Md.Keb. | Bidan |
| 37 | RIFKI NUR AISAH, A.Md.Keb. | Bidan |
| 38 | AINUN NIKMAH, A.Md.Keb. | Bidan |
| 39 | HANITIA SOVIANA, A.Md.Keb. | Bidan |
| 40 | Reny Eka Wulandari, SKM | Promkes |
| 41 | NOVIA KHASANAH, S.KM. | Promkes |
| 42 | In Ganama Waladin K, SKM | Kesling |
| 43 | Sarifudin Baharsyah, S.KM. | Kesling |
| 44 | Arlinda Widyawati, SKM | Nutrisionis |
| 45 | Septyo Dwi Haryono, S.Farm., Apt. | Apoteker |
| 46 | Sutrimoningsih, Amd.Farm | Asisten Apoteker |
| 47 | Ika Arulisia, S.Tr. AK | Pranata Laboratorium Kesehatan |
| 48 | Bayu Pringgo Leksono,A.Md.PIK | Perekam Medis |
Jumat, 8 Agustus 2025
Cek Kesehatan Gratis Sasar 53 Juta Pelajar, Pemerintah Lakukan Jemput Bola ke Sekolah
Pemerintah menargetkan 53 juta pelajar di seluruh Indonesia dapat dijangkau melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini dilaksanakan secara jemput bola ke sekolah-sekolah. Program ini disebut sebagai langkah nyata transformasi layanan kesehatan nasional yang lebih promotif dan preventif. “Hari ini pemerintah jemput bola datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kesehatan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan yang sederajat,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, seperti ditulis Antara, Senin (4/8/2025). Program CKG yang telah bergulir sejak Februari 2025 kini diperluas pelaksanaannya secara serentak di 12 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Pemeriksaan menyeluruh dan temuan awal
Dalam kegiatan peluncuran, Hasan turut memantau proses pemeriksaan yang meliputi uji kebugaran, pengecekan gigi, mata, telinga, tinggi dan berat badan, tes darah, hingga pengisian kuesioner kesehatan.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan tersebut berhasil mengidentifikasi sejumlah kondisi kesehatan yang perlu perhatian serius. “Dari hasil pemeriksaan, ada dua anak yang tekanan darahnya di atas 140. Ini bisa jadi sinyal awal yang perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kondisi serius di kemudian hari,” ujar Hasan. Selain tekanan darah tinggi, ditemukan pula masalah kesehatan lain seperti gangguan telinga dan gigi. Beberapa siswa diketahui mengalami perdarahan telinga akibat metode pembersihan yang keliru, serta kondisi telinga lembap yang rentan menimbulkan infeksi.
Pentingnya edukasi kesehatan sejak dini
Temuan tersebut, menurut Hasan, menegaskan urgensi edukasi kesehatan sejak usia sekolah. Ia mendorong sinergi antara sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan untuk memberikan edukasi dasar mengenai kebersihan diri, nutrisi, serta gaya hidup aktif.
“Anak-anak perlu tahu cara menyikat gigi yang benar, membersihkan telinga dengan aman, menjaga pola makan, dan beraktivitas fisik secara rutin. Ini bagian dari investasi kesehatan jangka panjang,” tegasnya. Program CKG diharapkan menjadi salah satu pilar pencegahan penyakit sejak dini dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup generasi muda Indonesia.
Selasa, 5 Agustus 2025
Berdasarkan Surat Edaran Sekretariat Daerah
Kabupaten Pekalongan
Tentang Layanan UHC
Nomor : 400.7.1/01406/2024
A. DASAR
B. PELAKSANAAN
Rabu, 23 Juli 2025
Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.
Semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak. Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.
“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin (6/1).
Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.
“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.
Mengenai pemberitaan tentang meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.
“Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV tapi melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar),” kata Menkes.
Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.
Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.
Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” tutup Menkes
Rabu, 8 Januari 2025
Bagaimana Tanda-tanda Peringatan Dini Serangan Jantung?
Sebelum terjadi serangan jantung, tubuh bisa memberikan tanda-tanda peringatan.
Mengutip Cleveland Clinic, tanda-tanda peringatan dini serangan jantung adalah hal-hal yang mudah diabaikan, seperti keringat dingin dan kelelahan.
Serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pada salah satu pembuluh darah di jantung Anda. Ini berarti darah tidak dapat mencapai jantung Anda. Tanpa darah, otot jantung Anda akan mulai mati.
Oleh karena itu, mengabaikan tanda-tanda peringatan dini serangan jantung dapat meningkatan risiko yang mengancam jiwa.
Baca terus artikel ini yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang gejala peringatan dini serangan jantung.
Tanda-tanda peringatan dini serangan jantung
Serangan jantung bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga tidak muncul gejala awalnya. Namun, tidak selalu demikian. Serangan jantung juga bisa terjadi secara bertahap dengan tanda-tanda samar, tidak seperti keadaan darurat.
Dikutip dari Cleveland Clinic dan American Heart Association, berikut Kompas.com merangkum tanda-tanda peringatan dini serangan jantung, yang bisa meliputi:
Kebanyakan orang yang mengalami serangan jantung merasakan rasa tidak nyaman di bagian tengah dada.
Gejala awal serangan jantung ini dapat berlangsung lebih dari beberapa menit, atau dapat hilang lalu muncul kembali.
Rasanya lebih terasa seperti tekanan yang tidak nyaman atau sesak, daripada nyeri.
Peringatan dini serangan jantung bisa berupa munculnya rasa nyeri atau rasa tidak nyaman di lengan, rahang, leher, atau punggung.
Gejala ini bisa terjadi dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
Tanda-tanda peringatan dini lainnya dari serangan jantung bisa meliputi keringat dingin, sakit di ulu hati atau gangguan pencernaan, mual atau muntah, pusing, kelelahan yang tidak biasa, serta detak jantung cepat atau tidak teratur.
Jika Anda mengalami beberapa gejala serangan jantung yang samar-samar ini dan memiliki faktor risiko penyakit ini, Anda tidak boleh mengabaikannya dan segera cari pertolongan medis.
Setiap menit sangat berarti saat Anda mengalami serangan jantung. Petugas gawat darurat yang segera memberikan pertolongan medis sangat penting dalam memulihkan aliran darah Anda agar normal.
Faktor risiko serangan jantung
Kondisi kesehatan dan pilihan gaya hidup tertentu meningkatkan risiko serangan jantung.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung:
Namun, siapa pun, usia berapa pun, jenis kelamin apa pun, atau status kesehatan apa pun, bisa saja mengalami serangan jantung.
Sabtu, 14 Desember 2024
Universal Health Coverage (UHC)
merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
UHC mengandung dua elemen inti yakni :
Akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga dan Perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.
Dalam rangka mewujudkan UHC, Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) sejak 1 Januari 2014. Program ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program JKN/KIS bertujuan untuk memberikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial.
Berapa target UHC?
Pencapaian Universal Health Coverage yang ditargetkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020–2024), yaitu sedikitnya 98% dari total populasi menjadi anggota JKN. Capaian UHC tidak hanya menyangkut jumlah peserta JKN-KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun harus berorientasi pada tiga hal berikut:
Dengan seluruh lapisan masyarakat mengikuti Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat adalah bentuk pengoptimalisasian UHC. Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara JKN memiliki 2 dua golongan yaitu golongan mampu dan tidak mampu. Golongan mampu akan membayar premi sesuai dengan yang ditetapkan setiap bulannya. Sedangkan bagi golongan yang tidak mampu preminya akan dibayarkan oleh negara.
Khusus untuk masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki akses asuransi Kesehatan di Kabupaten Kuantan Singingi tidak perlu khawatir karena Pemerintah menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan Kesehatan secara gratis karena telah ditanggung oleh Pemerintah Daerah dengan cara mendaftar Kepersetaan JKN melalui UHC.
Bagaimana Pelaksanaan UHC di Kabupaten Pekalongan
1. Dalam rangka pelaksanaan program Universal Helath Coverage (UHC) di puskesmas sewilayah Kabupaten pekalonagn untuk pasien rawat jalan yang tidak mempunyai Jaminan Kesehatan (JKN) dan peserta tidak aktif yang tidak memerlukan Pelayanan Kesehatan lanjutan di kenakan tarif retribusi sesuai Praturan Bupati Nomor 60 Tahun 2023 yaitu sebesar Rp. 10.000,- bagi pasien dalam wilayah Kabupaten Pekalongan dan Rp. 15.000,- bagi pesien luar wilayah Kabupaten Pekalongan.
2. Pasien tidak mempunyai Jaminan Kesehatan (JKN) dan peserta tidak aktif dapat didaftrakan dalam program Universal Health Coverage (UHC) apabila membutuhkan pelayanan sebagai Berikut :
1. Pasien membutuhkan pelayanan non kapitasi (pra rujukan persalinan, ambulans rujukan RITP dan persalinan, ANC, PNC dan KB)
2. Pasien Peserta Rujuk Balik (PRB) dan Prilanis.
3. Pasien Rawat Inap di Puskesmas.
4. Pasien Persalinan di Puskesmas.
5. Pasien membutuhkan penanganan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yaitu rumah sakit.
Bagaimana cara mendaftar UHC Bagi Masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan
Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak mampu dapat mendaftar sebagai peserta jaminan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah dengan membawa kelengkapan dokumen sebagai berikut:
1. Fotocopy KK yang jelas
2. Nomer tlp Pasien atau yang bertanggung jawab
Persyaratan tersebut diatas dapat diantar atau diserahkan ke Fasilitas Kesehatan terdekat sesuai KK, Kemudahan yang diperoleh dengan adanya UHC yaitu masyarakat langsung mendapatkan pelayanan dari program UHC tanpa menunggu (Daftar Langsung Aktif atau disebut Non Cut Off).
Rabu, 4 Desember 2024
Berita terbaru dari Puskesmas Kajen II Kabupaten Pekalongan.
| No | Nama Pegawai | Jabatan |
| 1 | dr. Paramita Siti Syamsiah | Dokter Umum |
| 2 | drg. Amalia Qurrotu'aini | Dokter Gigi |
| 3 | Dewi Kartikasari, S.Kep.Ns | Perawat |
| 4 | Isa Khasani, S.Kep.Ns | Perawat |
| 5 | Seto Nur Cahyo, S.Kep.Ns | Perawat |
| 6 | SUSI OKTAVIANI, S.Kep., Ners. | Perawat |
| 7 | TERIZA NUR KHOLISAH, S.Kep. Ners | Perawat |
| 8 | NUROKHMI ERNAWATI, S.Kep., Ners | Perawat |
| 9 | Sukiswoyo, AMK | Perawat |
| 10 | IKHWANDI, AMK | Perawat |
| 11 | Eviyana, AMK | Perawat |
| 12 | PRIHATINI PUJIYANTI, A.Md.Kep. | Perawat |
| 13 | Deni Sri Mei Handayani, A.Md.Kep | Perawat |
| 14 | Slamet Riyanto, AMKG | Perawat Gigi |
| 15 | Any Sulistyaningsih, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 16 | Zamronah, S.ST., Bdn | Bidan |
| 17 | Ratna Ika Susanti, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 18 | Sri Ambarwati, S.Tr.Keb | Bidan |
| 19 | Erna Setiyowati, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 20 | Rowina Zulaikhah, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 21 | Nur Khasanah, S.Tr.Keb., Bdn | Bidan |
| 22 | Sulistyowati, Amd.Keb | Bidan |
| 23 | Zaenab, Amd.Keb | Bidan |
| 24 | Imayah, Amd.Keb | Bidan |
| 25 | Rahmi Anggraini, Amd.Keb | Bidan |
| 26 | Etik Trisnawati, Amd.Keb | Bidan |
| 27 | Riski Triyana Dewi Utami, Amd.Keb | Bidan |
| 28 | Dini Indah Fajarwati, Amd.Keb | Bidan |
| 29 | Rani Yuana Aputri, Amd.Keb | Bidan |
| 30 | Wahyu Anjariyah, Amd.Keb | Bidan |
| 31 | Waitah, Amd.Keb | Bidan |
| 32 | Evita Nugrohowati, Amd.Keb | Bidan |
| 33 | Nungki Yuniyaningsih, Amd.Keb | Bidan |
| 34 | Deni Sandrawati, A.Md.Keb | Bidan |
| 35 | WULANDHARI ISTIFARI, A.Md.Keb. | Bidan |
| 36 | DEVI LUSIANA NINGRUM, A.Md.Keb. | Bidan |
| 37 | RIFKI NUR AISAH, A.Md.Keb. | Bidan |
| 38 | AINUN NIKMAH, A.Md.Keb. | Bidan |
| 39 | HANITIA SOVIANA, A.Md.Keb. | Bidan |
| 40 | Reny Eka Wulandari, SKM | Promkes |
| 41 | NOVIA KHASANAH, S.KM. | Promkes |
| 42 | In Ganama Waladin K, SKM | Kesling |
| 43 | Sarifudin Baharsyah, S.KM. | Kesling |
| 44 | Arlinda Widyawati, SKM | Nutrisionis |
| 45 | Septyo Dwi Haryono, S.Farm., Apt. | Apoteker |
| 46 | Sutrimoningsih, Amd.Farm | Asisten Apoteker |
| 47 | Ika Arulisia, S.Tr. AK | Pranata Laboratorium Kesehatan |
| 48 | Bayu Pringgo Leksono,A.Md.PIK | Perekam Medis |
Jumat, 8 Agustus 2025
Cek Kesehatan Gratis Sasar 53 Juta Pelajar, Pemerintah Lakukan Jemput Bola ke Sekolah
Pemerintah menargetkan 53 juta pelajar di seluruh Indonesia dapat dijangkau melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini dilaksanakan secara jemput bola ke sekolah-sekolah. Program ini disebut sebagai langkah nyata transformasi layanan kesehatan nasional yang lebih promotif dan preventif. “Hari ini pemerintah jemput bola datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kesehatan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan yang sederajat,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, seperti ditulis Antara, Senin (4/8/2025). Program CKG yang telah bergulir sejak Februari 2025 kini diperluas pelaksanaannya secara serentak di 12 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Pemeriksaan menyeluruh dan temuan awal
Dalam kegiatan peluncuran, Hasan turut memantau proses pemeriksaan yang meliputi uji kebugaran, pengecekan gigi, mata, telinga, tinggi dan berat badan, tes darah, hingga pengisian kuesioner kesehatan.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan tersebut berhasil mengidentifikasi sejumlah kondisi kesehatan yang perlu perhatian serius. “Dari hasil pemeriksaan, ada dua anak yang tekanan darahnya di atas 140. Ini bisa jadi sinyal awal yang perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kondisi serius di kemudian hari,” ujar Hasan. Selain tekanan darah tinggi, ditemukan pula masalah kesehatan lain seperti gangguan telinga dan gigi. Beberapa siswa diketahui mengalami perdarahan telinga akibat metode pembersihan yang keliru, serta kondisi telinga lembap yang rentan menimbulkan infeksi.
Pentingnya edukasi kesehatan sejak dini
Temuan tersebut, menurut Hasan, menegaskan urgensi edukasi kesehatan sejak usia sekolah. Ia mendorong sinergi antara sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan untuk memberikan edukasi dasar mengenai kebersihan diri, nutrisi, serta gaya hidup aktif.
“Anak-anak perlu tahu cara menyikat gigi yang benar, membersihkan telinga dengan aman, menjaga pola makan, dan beraktivitas fisik secara rutin. Ini bagian dari investasi kesehatan jangka panjang,” tegasnya. Program CKG diharapkan menjadi salah satu pilar pencegahan penyakit sejak dini dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup generasi muda Indonesia.
Selasa, 5 Agustus 2025
Berdasarkan Surat Edaran Sekretariat Daerah
Kabupaten Pekalongan
Tentang Layanan UHC
Nomor : 400.7.1/01406/2024
A. DASAR
B. PELAKSANAAN
Rabu, 23 Juli 2025
Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.
Semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak. Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.
“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin (6/1).
Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.
“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.
Mengenai pemberitaan tentang meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.
“Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV tapi melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar),” kata Menkes.
Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.
Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.
Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” tutup Menkes
Rabu, 8 Januari 2025
Bagaimana Tanda-tanda Peringatan Dini Serangan Jantung?
Sebelum terjadi serangan jantung, tubuh bisa memberikan tanda-tanda peringatan.
Mengutip Cleveland Clinic, tanda-tanda peringatan dini serangan jantung adalah hal-hal yang mudah diabaikan, seperti keringat dingin dan kelelahan.
Serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pada salah satu pembuluh darah di jantung Anda. Ini berarti darah tidak dapat mencapai jantung Anda. Tanpa darah, otot jantung Anda akan mulai mati.
Oleh karena itu, mengabaikan tanda-tanda peringatan dini serangan jantung dapat meningkatan risiko yang mengancam jiwa.
Baca terus artikel ini yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang gejala peringatan dini serangan jantung.
Tanda-tanda peringatan dini serangan jantung
Serangan jantung bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga tidak muncul gejala awalnya. Namun, tidak selalu demikian. Serangan jantung juga bisa terjadi secara bertahap dengan tanda-tanda samar, tidak seperti keadaan darurat.
Dikutip dari Cleveland Clinic dan American Heart Association, berikut Kompas.com merangkum tanda-tanda peringatan dini serangan jantung, yang bisa meliputi:
Kebanyakan orang yang mengalami serangan jantung merasakan rasa tidak nyaman di bagian tengah dada.
Gejala awal serangan jantung ini dapat berlangsung lebih dari beberapa menit, atau dapat hilang lalu muncul kembali.
Rasanya lebih terasa seperti tekanan yang tidak nyaman atau sesak, daripada nyeri.
Peringatan dini serangan jantung bisa berupa munculnya rasa nyeri atau rasa tidak nyaman di lengan, rahang, leher, atau punggung.
Gejala ini bisa terjadi dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
Tanda-tanda peringatan dini lainnya dari serangan jantung bisa meliputi keringat dingin, sakit di ulu hati atau gangguan pencernaan, mual atau muntah, pusing, kelelahan yang tidak biasa, serta detak jantung cepat atau tidak teratur.
Jika Anda mengalami beberapa gejala serangan jantung yang samar-samar ini dan memiliki faktor risiko penyakit ini, Anda tidak boleh mengabaikannya dan segera cari pertolongan medis.
Setiap menit sangat berarti saat Anda mengalami serangan jantung. Petugas gawat darurat yang segera memberikan pertolongan medis sangat penting dalam memulihkan aliran darah Anda agar normal.
Faktor risiko serangan jantung
Kondisi kesehatan dan pilihan gaya hidup tertentu meningkatkan risiko serangan jantung.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung:
Namun, siapa pun, usia berapa pun, jenis kelamin apa pun, atau status kesehatan apa pun, bisa saja mengalami serangan jantung.
Sabtu, 14 Desember 2024
Universal Health Coverage (UHC)
merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
UHC mengandung dua elemen inti yakni :
Akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga dan Perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.
Dalam rangka mewujudkan UHC, Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) sejak 1 Januari 2014. Program ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program JKN/KIS bertujuan untuk memberikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial.
Berapa target UHC?
Pencapaian Universal Health Coverage yang ditargetkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020–2024), yaitu sedikitnya 98% dari total populasi menjadi anggota JKN. Capaian UHC tidak hanya menyangkut jumlah peserta JKN-KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun harus berorientasi pada tiga hal berikut:
Dengan seluruh lapisan masyarakat mengikuti Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat adalah bentuk pengoptimalisasian UHC. Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara JKN memiliki 2 dua golongan yaitu golongan mampu dan tidak mampu. Golongan mampu akan membayar premi sesuai dengan yang ditetapkan setiap bulannya. Sedangkan bagi golongan yang tidak mampu preminya akan dibayarkan oleh negara.
Khusus untuk masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki akses asuransi Kesehatan di Kabupaten Kuantan Singingi tidak perlu khawatir karena Pemerintah menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan Kesehatan secara gratis karena telah ditanggung oleh Pemerintah Daerah dengan cara mendaftar Kepersetaan JKN melalui UHC.
Bagaimana Pelaksanaan UHC di Kabupaten Pekalongan
1. Dalam rangka pelaksanaan program Universal Helath Coverage (UHC) di puskesmas sewilayah Kabupaten pekalonagn untuk pasien rawat jalan yang tidak mempunyai Jaminan Kesehatan (JKN) dan peserta tidak aktif yang tidak memerlukan Pelayanan Kesehatan lanjutan di kenakan tarif retribusi sesuai Praturan Bupati Nomor 60 Tahun 2023 yaitu sebesar Rp. 10.000,- bagi pasien dalam wilayah Kabupaten Pekalongan dan Rp. 15.000,- bagi pesien luar wilayah Kabupaten Pekalongan.
2. Pasien tidak mempunyai Jaminan Kesehatan (JKN) dan peserta tidak aktif dapat didaftrakan dalam program Universal Health Coverage (UHC) apabila membutuhkan pelayanan sebagai Berikut :
1. Pasien membutuhkan pelayanan non kapitasi (pra rujukan persalinan, ambulans rujukan RITP dan persalinan, ANC, PNC dan KB)
2. Pasien Peserta Rujuk Balik (PRB) dan Prilanis.
3. Pasien Rawat Inap di Puskesmas.
4. Pasien Persalinan di Puskesmas.
5. Pasien membutuhkan penanganan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yaitu rumah sakit.
Bagaimana cara mendaftar UHC Bagi Masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan
Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak mampu dapat mendaftar sebagai peserta jaminan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah dengan membawa kelengkapan dokumen sebagai berikut:
1. Fotocopy KK yang jelas
2. Nomer tlp Pasien atau yang bertanggung jawab
Persyaratan tersebut diatas dapat diantar atau diserahkan ke Fasilitas Kesehatan terdekat sesuai KK, Kemudahan yang diperoleh dengan adanya UHC yaitu masyarakat langsung mendapatkan pelayanan dari program UHC tanpa menunggu (Daftar Langsung Aktif atau disebut Non Cut Off).
Rabu, 4 Desember 2024