PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) adalah sistem pelayanan kesehatan proaktif dari BPJS Kesehatan yang melibatkan peserta, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, dan BPJS Kesehatan untuk penderita penyakit kroni
Kegiatan Utama Prolanis
• Konsultasi Medis dan Edukasi: Diskusi rutin mengenai keluhan, pola makan, gizi seimbang, serta kepatuhan minum obat.
• Pemeriksaan Kesehatan Berkala: Pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta tes laboratorium secara rutin.
• Aktivitas Fisik / Senam Prolanis: Olahraga atau senam khusus yang disesuaikan untuk menjaga kebugaran fisik peserta.
• Pengingat Jadwal (SMS Gateway / WhatsApp): Pesan pengingat jadwal konsultasi atau kontrol rutin ke FKTP.
• Kunjungan Rumah (Home Visit): Pelayanan medis ke rumah bagi peserta tertentu, seperti yang tidak kontrol lebih dari 3 bulan atau memiliki mobilitas terbatas.
• Klub Prolanis / Edukasi Kelompok: Pertemuan berkala untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dan berbagi pengalaman antarpeserta
Hari, tgl : JUMAT , 16 Oktober 2026
Jam : 07.30 WIB
Tempat : Aula puskesmas kajen II
Jumat, 16 Oktober 2026
Cek Kesehatan Gratis Sasar 53 Juta Pelajar, Pemerintah Lakukan Jemput Bola ke Sekolah
Pemerintah menargetkan 53 juta pelajar di seluruh Indonesia dapat dijangkau melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini dilaksanakan secara jemput bola ke sekolah-sekolah. Program ini disebut sebagai langkah nyata transformasi layanan kesehatan nasional yang lebih promotif dan preventif. “Hari ini pemerintah jemput bola datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kesehatan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan yang sederajat,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, seperti ditulis Antara, Senin (4/8/2025). Program CKG yang telah bergulir sejak Februari 2025 kini diperluas pelaksanaannya secara serentak di 12 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Pemeriksaan menyeluruh dan temuan awal
Dalam kegiatan peluncuran, Hasan turut memantau proses pemeriksaan yang meliputi uji kebugaran, pengecekan gigi, mata, telinga, tinggi dan berat badan, tes darah, hingga pengisian kuesioner kesehatan.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan tersebut berhasil mengidentifikasi sejumlah kondisi kesehatan yang perlu perhatian serius. “Dari hasil pemeriksaan, ada dua anak yang tekanan darahnya di atas 140. Ini bisa jadi sinyal awal yang perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kondisi serius di kemudian hari,” ujar Hasan. Selain tekanan darah tinggi, ditemukan pula masalah kesehatan lain seperti gangguan telinga dan gigi. Beberapa siswa diketahui mengalami perdarahan telinga akibat metode pembersihan yang keliru, serta kondisi telinga lembap yang rentan menimbulkan infeksi.
Pentingnya edukasi kesehatan sejak dini
Berdasarkan Surat Edaran Sekretariat Daerah
Kabupaten Pekalongan
Tentang Layanan UHC
Nomor : 400.7.1/01406/2024
A. DASAR
B. PELAKSANAAN
Bagaimana Tanda-tanda Peringatan Dini Serangan Jantung?
Sebelum terjadi serangan jantung, tubuh bisa memberikan tanda-tanda peringatan.
Mengutip Cleveland Clinic, tanda-tanda peringatan dini serangan jantung adalah hal-hal yang mudah diabaikan, seperti keringat dingin dan kelelahan.
Serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pada salah satu pembuluh darah di jantung Anda. Ini berarti darah tidak dapat mencapai jantung Anda. Tanpa darah, otot jantung Anda akan mulai mati.
Oleh karena itu, mengabaikan tanda-tanda peringatan dini serangan jantung dapat meningkatan risiko yang mengancam jiwa.
Baca terus artikel ini yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang gejala peringatan dini serangan jantung.
Tanda-tanda peringatan dini serangan jantung
Serangan jantung bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga tidak muncul gejala awalnya. Namun, tidak selalu demikian. Serangan jantung juga bisa terjadi secara bertahap dengan tanda-tanda samar, tidak seperti keadaan darurat.
Dikutip dari Cleveland Clinic dan American Heart Association, berikut Kompas.com merangkum tanda-tanda peringatan dini serangan jantung, yang bisa meliputi:
Kebanyakan orang yang mengalami serangan jantung merasakan rasa tidak nyaman di bagian tengah dada.
Gejala awal serangan jantung ini dapat berlangsung lebih dari beberapa menit, atau dapat hilang lalu muncul kembali.
Rasanya lebih terasa seperti tekanan yang tidak nyaman atau sesak, daripada nyeri.
Peringatan dini serangan jantung bisa berupa munculnya rasa nyeri atau rasa tidak nyaman di lengan, rahang, leher, atau punggung.
Universal Health Coverage (UHC)
merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
UHC mengandung dua elemen inti yakni :
Akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga dan Perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.
Dalam rangka mewujudkan UHC, Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) sejak 1 Januari 2014. Program ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program JKN/KIS bertujuan untuk memberikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial.
Berapa target UHC?
Pencapaian Universal Health Coverage yang ditargetkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020–2024), yaitu sedikitnya 98% dari total populasi menjadi anggota JKN. Capaian UHC tidak hanya menyangkut jumlah peserta JKN-KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun harus berorientasi pada tiga hal berikut:
Dengan seluruh lapisan masyarakat mengikuti Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat adalah bentuk pengoptimalisasian UHC. Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara JKN memiliki 2 dua golongan yaitu golongan mampu dan tidak mampu. Golongan mampu akan membayar premi sesuai dengan yang ditetapkan setiap bulannya. Sedangkan bagi golongan yang tidak mampu preminya akan dibayarkan oleh negara.
PELAKSANAAN BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH (BIAS) PUSKESMAS KAJEN 2
MULAI TANGGAL 12 SEPTEMBER S/D 26 SEPTEMBER 2022
Kegiatan Bulan Imunisasi anak sekolah merupakan program dari pemerintah, dimana kegiatan ini dilakukan setiap tahun oleh seluruh puskesmas di indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan imunisasi campak pada siswa/siswi kelas 1 dan imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 dan 6. Jumlah sasaran Sekolah Dasar untuk wilayah kerja Puskesmas Kajen II adalah 21 Sekolah Dasar. Sampai hari ini, tanggal 16 September sudah 7 SD yang dilakukan pemberian imunisasi campak dan HPV.
[Gambar]2[Gambar] [Gambar]
Edukasi kesehatan tentang perilaku CTPS dan hygiene personal, seperti : menggosok gigi dan memotong kuku. Selain itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala/ penjaringan kesehatan, seperti : pemeriksaan gigi dan mata juga dilaksanakan. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan gosok gigi bersama oleh siswa.
[Gambar]
[Gambar].
[Gambar]
Senin, 19 September 2022
GEMAR ANTING ASEK
Kajen, 16 Juli 2026 Telah dilaksanakan kegiatan GEMAR ANTING ASEK di Aulan Puskesmas Kajen II
Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh Ibu Zamronah Selaku Kepala Puskesmas Kajen II
[Gambar]
Inovasi GEMAR ASEK hadir sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. Melalui pendekatan edukatif dan psikologis secara terpadu, program ini menekankan pentingnya peran ibu dalam memberikan ASI eksklusif sebagai fondasi tumbuh kembang anak yang optimal. Juga sebagai wadah kolaborasi lintas program dan lintas sektor untuk menyatukan langkah dalam mendukung gerakan pencegahan stunting agar terciptanya generasi Pekalongan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
[Gambar]
peserta kegiatan ini adalah ibu bayi usia 0-6 bln, sejumlah 10 orang dan kegiatan ini dilakukan dalam waktu 2 hari
Narasumber :
Ibu. Nina Zuhana, SST., M. Kes, tentang edukasi Asi Ekslusif
Ibu. Rini Kristiyanti, SSiT., M. Keb, tentang pijat kombinasi Oksitosin
Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.
Kamis, 16 Juli 2026
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU PUSKESMAS KAJEN II
Acara pemberdayaan kader kesehatan di wilayah puskesmas kajen II
hari : Jum'at
tanggal : 12 Juni 2026
Tempat : Aula Puskesmas kajen II
Pemberdayaan kader kesehatan adalah proses pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi anggota masyarakat agar mereka dapat menjadi penggerak, edukator, dan pendamping dalam meningkatkan derajat kesehatan di lingkungannya. Mereka berfungsi sebagai perpanjangan tangan fasilitas kesehatan tingkat pertama (seperti Puskesmas).Berikut adalah pilar utama dalam pemberdayaan kader kesehatan:1. Tujuan PemberdayaanPeningkatan Kapasitas: Membekali kader dengan keterampilan teknis (misal: deteksi dini, penimbangan, dan penyuluhan).Penggerak Partisipasi: Mendorong warga agar aktif memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan (seperti Posyandu Integrasi Layanan Primer/ILP).Pencegahan Penyakit: Menjadi ujung tombak dalam pencegahan penyakit menular (seperti TBC) maupun tidak menular (seperti Diabetes) di tingkat desa.2. Bentuk Kegiatan PelaksanaanPelatihan dan Edukasi: Pembekalan materi tentang kesehatan ibu dan anak (KIA), pencegahan stunting, serta pembuatan media promosi kesehatan.Pendampingan Berkelanjutan: Evaluasi berkala dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) antara petugas puskesmas dan kader.Praktik Lapangan: Pelaksanaan simulasi (role playing) penanganan kasus atau cara penyuluhan yang efektif kepada warga.3. Dampak Terhadap MasyarakatKader yang diberdayakan secara efektif terbukti dapat menurunkan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi, dan mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.
Acara ini dihadiri oleh kader posyandu dr 14 desa di wilayah puskesmas kajen II
Adapun Narasumber yang mengisi acara tersebut adalah
-kepala puskesmas kajen II
-programer TB dan Kusta
-programer kesehatan Jiwa
-programer DBD
-programer HIV dan AIDS
Adapun tujuan acara ini adalah:
1.Untuk membekali kader posyandu dengan ketrampilan teknis
2.Mendorong warga aktif memanfaatkan faskes
3.Menjadi ujung tombak dlm pencegahan penyakit menular maupun tidak menular
Rabu, 1 Juli 2026
NO
| NAKES
| JUMLAH
|
1.
| Dokter Umum
| 1
|
2.
| Dokter Gigi
| 1
|
3.
| Perawat
| 10
|
4.
| Perawat Gigi
| 1
|
5.
| Bidan
| 25
|
6.
| Promkes
| 2
|
7.
| Kesling
| 2
|
8.
| Nutrisionis
| 1
|
9.
| Apoteker
| 1
|
10.
| Asisten Apoteker
| 1
|
11.
| Pranata Laboratorium Kesehatan
| 1
|
12.
| Perekam Medis
| 1
|
Jumat, 8 Agustus 2025
Temuan tersebut, menurut Hasan, menegaskan urgensi edukasi kesehatan sejak usia sekolah. Ia mendorong sinergi antara sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan untuk memberikan edukasi dasar mengenai kebersihan diri, nutrisi, serta gaya hidup aktif.
“Anak-anak perlu tahu cara menyikat gigi yang benar, membersihkan telinga dengan aman, menjaga pola makan, dan beraktivitas fisik secara rutin. Ini bagian dari investasi kesehatan jangka panjang,” tegasnya. Program CKG diharapkan menjadi salah satu pilar pencegahan penyakit sejak dini dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup generasi muda Indonesia.
Selasa, 5 Agustus 2025
Rabu, 23 Juli 2025
Gejala ini bisa terjadi dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
Tanda-tanda peringatan dini lainnya dari serangan jantung bisa meliputi keringat dingin, sakit di ulu hati atau gangguan pencernaan, mual atau muntah, pusing, kelelahan yang tidak biasa, serta detak jantung cepat atau tidak teratur.
Jika Anda mengalami beberapa gejala serangan jantung yang samar-samar ini dan memiliki faktor risiko penyakit ini, Anda tidak boleh mengabaikannya dan segera cari pertolongan medis.
Setiap menit sangat berarti saat Anda mengalami serangan jantung. Petugas gawat darurat yang segera memberikan pertolongan medis sangat penting dalam memulihkan aliran darah Anda agar normal.
Faktor risiko serangan jantung
Kondisi kesehatan dan pilihan gaya hidup tertentu meningkatkan risiko serangan jantung.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung:
Namun, siapa pun, usia berapa pun, jenis kelamin apa pun, atau status kesehatan apa pun, bisa saja mengalami serangan jantung.
Sabtu, 14 Desember 2024
Khusus untuk masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki akses asuransi Kesehatan di Kabupaten Kuantan Singingi tidak perlu khawatir karena Pemerintah menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan Kesehatan secara gratis karena telah ditanggung oleh Pemerintah Daerah dengan cara mendaftar Kepersetaan JKN melalui UHC.
Bagaimana Pelaksanaan UHC di Kabupaten Pekalongan
1. Dalam rangka pelaksanaan program Universal Helath Coverage (UHC) di puskesmas sewilayah Kabupaten pekalonagn untuk pasien rawat jalan yang tidak mempunyai Jaminan Kesehatan (JKN) dan peserta tidak aktif yang tidak memerlukan Pelayanan Kesehatan lanjutan di kenakan tarif retribusi sesuai Praturan Bupati Nomor 60 Tahun 2023 yaitu sebesar Rp. 10.000,- bagi pasien dalam wilayah Kabupaten Pekalongan dan Rp. 15.000,- bagi pesien luar wilayah Kabupaten Pekalongan.
2. Pasien tidak mempunyai Jaminan Kesehatan (JKN) dan peserta tidak aktif dapat didaftrakan dalam program Universal Health Coverage (UHC) apabila membutuhkan pelayanan sebagai Berikut :
1. Pasien membutuhkan pelayanan non kapitasi (pra rujukan persalinan, ambulans rujukan RITP dan persalinan, ANC, PNC dan KB)
2. Pasien Peserta Rujuk Balik (PRB) dan Prilanis.
3. Pasien Rawat Inap di Puskesmas.
4. Pasien Persalinan di Puskesmas.
5. Pasien membutuhkan penanganan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yaitu rumah sakit.
Bagaimana cara mendaftar UHC Bagi Masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan
Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak mampu dapat mendaftar sebagai peserta jaminan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah dengan membawa kelengkapan dokumen sebagai berikut:
1. Fotocopy KK yang jelas
2. Nomer tlp Pasien atau yang bertanggung jawab
Persyaratan tersebut diatas dapat diantar atau diserahkan ke Fasilitas Kesehatan terdekat sesuai KK, Kemudahan yang diperoleh dengan adanya UHC yaitu masyarakat langsung mendapatkan pelayanan dari program UHC tanpa menunggu (Daftar Langsung Aktif atau disebut Non Cut Off).
Rabu, 4 Desember 2024