Selasa, 28 Juli 2026
GEMAR ANTING ASEK
Kajen, 16 Juli 2026 Telah dilaksanakan kegiatan GEMAR ANTING ASEK di Aulan Puskesmas Kajen II
Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh Ibu Zamronah Selaku Kepala Puskesmas Kajen II
[Gambar]
Inovasi GEMAR ASEK hadir sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. Melalui pendekatan edukatif dan psikologis secara terpadu, program ini menekankan pentingnya peran ibu dalam memberikan ASI eksklusif sebagai fondasi tumbuh kembang anak yang optimal. Juga sebagai wadah kolaborasi lintas program dan lintas sektor untuk menyatukan langkah dalam mendukung gerakan pencegahan stunting agar terciptanya generasi Pekalongan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
[Gambar]
peserta kegiatan ini adalah ibu bayi usia 0-6 bln, sejumlah 10 orang dan kegiatan ini dilakukan dalam waktu 2 hari
Narasumber :
Ibu. Nina Zuhana, SST., M. Kes, tentang edukasi Asi Ekslusif
Ibu. Rini Kristiyanti, SSiT., M. Keb, tentang pijat kombinasi Oksitosin
Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.
Kamis, 16 Juli 2026
Donor darah adalah kegiatan sukarela menyumbangkan darah untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah, seperti korban kecelakaan, pasien operasi, ibu melahirkan, penderita anemia, talasemia, hemofilia, hingga kanker darah. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, donor darah juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan pendonor.
Rabu, 15 Juli 2026
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU PUSKESMAS KAJEN II
Acara pemberdayaan kader kesehatan di wilayah puskesmas kajen II
hari : Jum'at
tanggal : 12 Juni 2026
Tempat : Aula Puskesmas kajen II
Pemberdayaan kader kesehatan adalah proses pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi anggota masyarakat agar mereka dapat menjadi penggerak, edukator, dan pendamping dalam meningkatkan derajat kesehatan di lingkungannya. Mereka berfungsi sebagai perpanjangan tangan fasilitas kesehatan tingkat pertama (seperti Puskesmas).Berikut adalah pilar utama dalam pemberdayaan kader kesehatan:1. Tujuan PemberdayaanPeningkatan Kapasitas: Membekali kader dengan keterampilan teknis (misal: deteksi dini, penimbangan, dan penyuluhan).Penggerak Partisipasi: Mendorong warga agar aktif memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan (seperti Posyandu Integrasi Layanan Primer/ILP).Pencegahan Penyakit: Menjadi ujung tombak dalam pencegahan penyakit menular (seperti TBC) maupun tidak menular (seperti Diabetes) di tingkat desa.2. Bentuk Kegiatan PelaksanaanPelatihan dan Edukasi: Pembekalan materi tentang kesehatan ibu dan anak (KIA), pencegahan stunting, serta pembuatan media promosi kesehatan.Pendampingan Berkelanjutan: Evaluasi berkala dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) antara petugas puskesmas dan kader.Praktik Lapangan: Pelaksanaan simulasi (role playing) penanganan kasus atau cara penyuluhan yang efektif kepada warga.3. Dampak Terhadap MasyarakatKader yang diberdayakan secara efektif terbukti dapat menurunkan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi, dan mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.
Acara ini dihadiri oleh kader posyandu dr 14 desa di wilayah puskesmas kajen II
Adapun Narasumber yang mengisi acara tersebut adalah
-kepala puskesmas kajen II
-programer TB dan Kusta
-programer kesehatan Jiwa
-programer DBD
-programer HIV dan AIDS
Adapun tujuan acara ini adalah:
1.Untuk membekali kader posyandu dengan ketrampilan teknis
2.Mendorong warga aktif memanfaatkan faskes
3.Menjadi ujung tombak dlm pencegahan penyakit menular maupun tidak menular
Rabu, 1 Juli 2026
Akreditas Puskesmas Kajen II
Rabu, 24 September 2025
Motto Layanan Puskesmas
Rabu, 24 September 2025
Wilayah Kerja Puskesmas Kajen II
Rabu, 24 September 2025
Sabtu, 9 Agustus 2025
Sabtu, 9 Agustus 2025
Membantu menjaga kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah.
Membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh tetap seimbang.
Merangsang pembentukan sel darah merah yang baru.
Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.
Menjadi sarana pemeriksaan kesehatan sederhana karena sebelum donor dilakukan pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, dan kondisi kesehatan umum.
Membakar kalori dan membantu menjaga kebugaran tubuh.
Memberikan manfaat psikologis berupa rasa bahagia dan kepuasan karena dapat membantu sesama.
Berusia 17-60 tahun untuk orang yang baru pertama kali mendonorkan darah.
Pendonor pertama kali yang berusia lebih dari 60 tahun dan pendonor ulang yang berusia lebih dari 65 tahun dapat mendonorkan darah, tetapi mendapatkan perhatian khusus berdasarkan kondisi kesehatannya.
Memiliki berat badan minimal 45 kg.
Memiliki tekanan darah normal atau berkisar antara 90/60-150/80 mmHg.
Memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dL dan tidak lebih dari 20 g/dL.
Jarak waktu donor darah terakhir minimal 3 bulan atau 12 minggu, jika sebelumnya sudah pernah menjadi pendonor darah.
Tidak sedang dalam kondisi sakit atau memiliki keluhan tertentu, seperti lemas, batuk, atau demam.
Tidak sedang hamil atau menyusui.
Bersedia menyumbangkan darah secara sukarela dengan menyetujui informed consent.
Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, masalah paru-paru, atau gangguan fungsi ginjal.
Memiliki tekanan darah tinggi atau rendah.
Menderita epilepsi atau sering kejang.
Menderita penyakit menular atau berisiko tinggi terkena penyakit menular, seperti sifilis, HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, atau malaria.
Mengonsumsi obat-obatan atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Memiliki gangguan perdarahan, seperti hemofilia.
Memiliki riwayat penggunaan narkoba dalam bentuk suntik.
Memiliki kecanduan terhadap minuman keras.
Tidur yang cukup pada malam sebelumnya.
Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung zat besi.
Memperbanyak minum air putih.
Menghindari konsumsi alkohol dan aktivitas fisik berat sebelum donor.
Cukup istirahat: Pastikan tidur minimal 7-8 jam pada malam sebelum donor.
Makan cukup: Konsumsi makanan sehat dan bergizi sebelum donor, hindari datang dengan perut kosong.
Hidrasi optimal: Minum banyak cairan (air putih, jus) 24 jam sebelum donor, setidaknya 500 ml air sebelum berangkat ke pusat donor. Hindari minuman berkafein atau beralkohol.
Informasi kesehatan jujur: Beri tahu petugas medis tentang riwayat kesehatan, obat-obatan yang diminum, dan perjalanan terakhir.
Tetap rileks: Cobalah untuk tetap tenang. Kecemasan dapat memicu reaksi vasovagal. Beri tahu petugas jika merasa tidak nyaman.
Lakukan teknik relaksasi: Bernapas dalam-dalam atau mengalihkan perhatian dapat membantu.
Istirahat cukup: Duduk atau berbaringlah setidaknya 10-15 menit setelah donor. Hindari aktivitas fisik berat selama 24 jam pertama.
Minum banyak cairan: Lanjutkan minum air putih atau minuman non-alkohol lainnya untuk membantu mengembalikan volume cairan tubuh.
Konsumsi makanan bergizi: Perbanyak asupan makanan kaya zat besi seperti daging merah, bayam, kacang-kacangan, dan sereal yang difortifikasi.
Jaga area suntikan: Biarkan plester atau perban terpasang selama beberapa jam. Hindari mengangkat beban berat dengan lengan yang digunakan untuk donor.
Hindari alkohol dan merokok: Batasi konsumsi alkohol dan hindari merokok setidaknya beberapa jam setelah donor.
Jangan terburu-buru: Hindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring untuk mencegah pusing.